Cerita & Fakta Relawan Pemakaman Pasien COVID-19 Terpaksa Sahur Pakai Nasi Sisa


Artikel Terbaru Lainnya :






0 komentar | ✍️ Apa Komentar mu ? Tulis komentarmu, klik disini
[ TahukahAnda.info ]  ‎Petugas pemakaman menjadi salah satu garda terdepan dalam penanganan virus corona atau COVID-19. Setiap harinya mereka harus bekerja ekstra memakamkan puluhan bahkan ratusan pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif virus corona yang meninggal dengan prosedur tetap (protap) COVID-19. 
Hal ini dialami oleh Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PMI Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mereka harus siaga 24 jam menerima panggilan untuk memakamkan jenazah dengan protap COVID-19 sembari menjalankan ibadah puasa Ramadan.

1. Harus siaga jam berapa pun untuk menguburkan jenazah dengan protap COVID-19‎




Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Gunungkidul, Surasdiyanto mengatakan ada dua tim yang menguburkan jenazah dengan protap COVID-19 dari BPBD dan PMI. Setiap hari mereka harus siaga di Kantor BPBD Gunungkidul untuk diberangkatkan menuju lokasi yang ditentukan.
Seperti pada Senin (18/5) lalu, relawan sudah siaga sejak pagi hari. Cuaca sedikit mendung di sekitar kantor BPBD Gunungkidul. Sekitar pukul 05.00 WIB, ada panggilan untuk melakukan penguburan jenazah laki-laki usia 56 tahun yang merupakan PDP di RSUD Wonosari. Selama 2 jam penuh relawan melakukan penguburan dengan menggunakan pakaian hazmat lengkap.
Di hari yang sama, tim kedua juga harus berangkat sekitar pukul 06.00 WIB untuk menguburkan PDP di Kecamatan Semin. Sampai dengan Selasa (19/5) dini hari, kedua tim sudah menguburkan total 9 jenazah dengan protokol COVID-19.
"Jadi sejak Senin (18/5) hingga Selasa (19/5) dini hari kedua tim menguburkan 9 jenazah dengan standar COVID-19," ucap Surasdiyanto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa.

2. Rela sahur dengan makanan sisa semalam ‎





Menjadi relawan tak bisa dipungkiri sudah menjadi panggilan diri. Mereka harus rela untuk meninggalkan keluarga demi menjalankan tugas. Termasuk meninggalkan momen santap sahur bersama dengan keluarga.
"Ya sudah panggilan dan tugas maka semua ditinggalkan," ujar Surasdiyanto.
Surasdiyanto mengatakan ada cerita unik pada Selasa (19/5) dini hari. Dia sudah menyiapkan makan sahur bersama teman-teman relawan. Saat itu ada sisa nasi semalam dan tempe goreng serta ada cabai dan bumbu yang dibuat sambal. Sahur dilakukan lebih awal yakni pukul 02.15 WIB untuk mengantisipasi ada panggilan mendadak.
Benar saja. Sekitar pukul 03.00 WIB, ada panggilan untuk menguburkan pasien laki-laki usia 66 tahun kategori PDP. Proses penguburan pun tidak mudah karena relawan harus berjalan dari rumah duka hingga lokasi pemakaman yang berjarak 5 kilometer.
"Kalau ndak makan dulu kita repot karena setelah menggunakan baju hazmat tidak bisa apa-apa lagi. Apalagi makan," ucapnya.

3. Sudah 40 jenazah yang dimakamkan dengan protokol COVID-19‎




Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo mengatakan dalam memakamkan jenazah pasien COVID-19 pihaknya bekerja sama dengan BPBD, bahkan melibatkan relawan Tagana.  Jumlah jenazah yang dimakamkan dengan protokol COVID-19 mencapai 40 jenazah. Jenazah tersebut tidak hanya berasal dari Gunungkidul namun ada pula yang berasal dari Jakarta, Tangerang, Semarang dan lainnya.
"Saat ini ada 30 relawan yang bertugas melakukan pemakaman," ucapnya.‎
Artikel Asli


📢 Republished by [Tahukah Anda ?]  




😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Cerita & Fakta Relawan Pemakaman Pasien COVID-19 Terpaksa Sahur Pakai Nasi Sisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik, bijak dan sesuai dengan topik 👌,
Terima kasih atas perhatiannya. 🙂

Artikel Terkait Lainnya

Membuka Mata - Melihat Dunia



Back to Top

AFFILIATE BANNER

DomaiNesia

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Hosting Unlimited Indonesia

Book transfer in Turkey 728*90

  PERKEMBANGAN    COVID-19  

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini