Dulu Cadar Dilarang, Prancis Kini Perintahkan Orang Pakai Penutup Wajah karena Virus Corona

[ AyoJalanTerus.com ]   Tadinya Dilarang, Virus Corona Bikin Prancis Bolehkan Pakai Cadar

Beberapa waktu lalu, Prancis adalah Negara Eropa pertama yang melarang penggunaan penutup wajah ataupun penutup kepala –termasuk hijab dan cadar– di tempat umum. Sejak 1 April 2011, mengenakan cadar atau topeng di tempat umum adalah ilegal.

Seiring merebaknya wabah corona, sekarang, Perancis telah meluncurkan undang-undang baru yang menyatakan bahwa jika seseorang tidak menutupi wajah mereka akan didenda €150.





Bulan lalu dalam sebuah peragaan busana terkenal, The Paris Fashion Week, para model terlihat memakai berbagai jenis masker wajah yang identik dengan penutup wajah yang biasanya dipakai wanita Muslim di seluruh dunia.

Merek fesyen di Paris Fashion Week memamerkan sejumlah pakaian yang memiliki masker wajah, apa yang disebut Muslim sebagai Niqab. Berbagai macam masker wajah dipamerkan yang termasuk potongan-potongan Rajutan dan cetakan motif kotak, sepenuhnya menutupi wajah para model di landasan.

Sungguh mengejutkan melihat bahwa di Perancis, di mana penutup wajah dianggap sebagai tindakan ilegal, dan sekarang mereka memaksa penduduk setempat untuk menutupi wajah mereka. Sontak, hal itu menimbulkan berbagai reaksi warganet





“Cardi B lolos dengan ini tetapi wanita Muslim didenda & ditangkap karena hal yang sama. Mereka juga kehilangan pekerjaan seperti menjadi guru dan penyedia layanan kesehatan. Mereka juga tidak dapat mengakses banyak fasilitas Pemerintah karena mereka memilih mengenakan jilbab / niqab,” cuit Fatima Khan (@dynamic_fatima), 9 Maret 2020.

“Bukankah mereka melarang niqab?? Sekarang mereka baik-baik saja dengan menutupi wajah! Itu juga di peragaan busana? #kemunafikan,” cuit Czare’Kanger (@ Asli_Kaeshir20), 9 Maret 2020.





Prancis adalah negara pertama yang melarang cadar dengan alasan bahwa sulit bagi kamera pengintai untuk melihat seseorang, juga menambahkan bahwa hal itu meningkatkan peluang pelanggaran keamanan karena memungkinkan tersangka menyembunyikan identitas dengan mudah.

Muslim di seluruh dunia mengutuk keputusan ini pada 2011, menyebutnya sebagai cara untuk menindas Muslim yang tinggal di Prancis. Namun, virus corona telah mengubah kebijakan Prancis tersebut. []

 Corona Mewabah, Media-media di Prancis Puji Syariat Islam


AyoJalanTerus.com ]  Di tengah merebaknya virus Corona, media-media di Prancis memuji syariat Islam karena dinilai bermanfaat untuk menghindari dan mengantipasi penyakit menular seperti Corona. Pujian dari media-media Prancis ini pun mendapat apresiasi dari kalangan dai dan umat Islam.


Presiden Nusantara Foundation yang juga Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani USA, Ustaz Shamsi Ali mengabarkan bahwa media-media Prancis memuji syariat Islam di tengah mewabahnya virus Corona saat ini.




"Koran-koran di Perancis mengatakan bahwa yang paling selamat dari Corona adalah wanita-wanita muslim yang berhijab karena mereka tertutup wajah, badan. Tidak bersalaman dengan org asing, tidak berciuman, dan tidak saling berpelukan," kata Ustaz Shamsi Ali melalui akun IG-nya @imamshamsiali, kemarin.

Adapun syariat Islam yang dimaksud seperti manfaat berwudhu. Selain itu larangan bagi wanita-wanita muslimah untuk tidak berjabat tangan (bersalaman) dengan lawan jenis, apalagi cipika-cipiki. Banyak yang mengapresiasi indahnya ajaran Islam bagi wanita untuk berjilbab maupun bercadar.

Kemudian, larangan mengonsumsi hewan seperti babi, kucing, anjing, ular, tikus dan lainnya. Semua ajaran Islam tersebut tentu untuk kebaikan hidup manusia.

Pujian media di Prancis ini juga menuai beragam respons dari kalangan netizen. Seperti akun @oyovimiemi memberi tanggapan: "Masyaallah... Allahu Akbar"




Akun lain @novierubby menulis: "Allah ingin menunjukan kebesaranNYA. MashaAllah". Kemudian @kimoracitra menanggapi: "Allah Maha Benar dengan segala Firmannya, Allahu Akbar... Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. Aamiin Allahumma Aamiin"

Ada juga akun bernama @riza_after41 menuliskan: "Betul kalo dengan lawan jenis enggak. Tapi kalo sesama wanita/pria ya cipika cipiki lah. Belom lagi cium tangan yg lebih tua. Orang prancis ga ngerti bahwa orang muslim itu akrab satu sama lain. Makanya tetap cuci tangan dan jangan sentuh muka."

Sementara di akun Twitter Shamsi Ali @ShamsiAli2 juga mendapat respons dari netizen. Seperti akun Twitter @safirasafifra membalas tweet Shamsi Ali: "Baru mereka faham betapa tingginya dan mulianya ajaran Islam. Mulai dari berwudhu, pakai hijab, menutup aurat, tidak bersalaman dengan yang bukan muhrimnya. SUBHANALLAH."

Akun @ElyaDeswita76 menulis: "Untuk keluar pintu rmh aja kami wanita muslimah harus pke baju panjang jilbab panjang dan kaos kaki itu hanya sekedar ke teras buat nyapu2 teras itulah indah nya islam melindung kami muslimah dr bahaya apapun"

"Insyaallah wanita2 muslimah suci2 dan steril dari paparan virus" tulis @AsepKam42597447.

Sumber: SindoNews


Terima Kasih sudah membaca 😊 , Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu . Sekaligus LIKE fanspage  kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya 📌@Tahukah.Anda.Info   Membuka Mata Melihat Dunia 

📢  Sumber  






😉 Terima Kasih Sudah Membaca ✔️ Dulu Cadar Dilarang, Prancis Kini Perintahkan Orang Pakai Penutup Wajah karena Virus Corona

Artikel Terkait Lainnya

Membuka Mata - Melihat Dunia



Back to Top
  PERKEMBANGAN    COVID-19  

Subscribe | Daftarkan Email Kamu disini